Tentang Lazarus
Kami pinjam nama dari unit siber paling produktif di dunia — bukan untuk meniru mereka, melainkan untuk mengingatkan klien apa yang sebenarnya dihadapi.
Filosofi
Industri keamanan siber Indonesia penuh vendor yang menjual ketakutan: PDF 300 halaman dengan 80% boilerplate, temuan dari scanner tanpa konteks bisnis, dan "rekomendasi" yang tidak bisa dijalankan oleh tim Anda.
Kami beda. Setiap engagement dimulai dengan satu pertanyaan: apa yang paling mahal kalau Anda jadi headline besok pagi? Dari sana kami bekerja mundur — bukan checklist forward.
Tim
Engineer kami berpengalaman di financial services, e-commerce skala juta, exchange crypto, forensik digital pasca-breach, dan startup Y Combinator. Kami publish riset di Black Hat Asia, Defcon, dan ROOTCON.
Etika
- Kami tidak menjual eksploit ke pihak ketiga.
- Vuln disclosure: 90 hari ke vendor sebelum publikasi.
- Tidak menerima engagement yang melanggar hukum Indonesia atau jurisdiksi target.
- NDA + cyber insurance E&O $5M default untuk setiap klien.
Sertifikasi
Tim memegang OSCP, OSCE, OSWE, CRTO, CRTP, GPEN, GWAPT, GCFA, GCFE, AWS Security Specialty. Founder lulus Master of Cybersecurity dari kampus top regional.
Mengapa "Lazarus"?
Karena nama itu bikin Anda buka tab ini. Karena kalau Anda tidak tahu siapa Lazarus Group, Anda belum siap dengan realitas threat landscape modern. Karena humor gelap adalah bahasa yang dipahami security engineer di mana pun mereka berada.
Kami tidak berafiliasi dengan unit Korea Utara. Kami hanya berharap mereka tidak men-DDoS website kami karena sebal.